Laman

Jumat, 25 Februari 2011

Hidroponik dan Aeroponik

Telah diketahui bahwa bioteknologi konvesional dan modern telah memberikan manfaat dan peran sangat strategis dalam menunjang pemenuhan kehidupan dan penghidupan manusia. Selain memberikan nilai tambah berupa produk barang (makanan, enzim, dan obat-obatan), bioteknologi juga memberikan nilai tambah berupa jasa, seperti teknologi pembuatan makanan, teknologi pengambilan barang tambang, dan teknologi pengujian bahan makanan.

1. Hidroponik
Hidroponik adalah metode atau teknik menanam tumbuhan tanpa menggunakan tanah. Metode tersebut dikembangkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia, khusunya lahan yang sangat sempit untuk meningkatkan produksi bahan pangan.
Istilah Hidroponik pertama kali digunakan pada pertengahan tahun 1920-an, sedangkan metode untuk menanam tumbuhan tanpa menggunakan tanah telah diketahui sejak tahun 1600-an. Pada waktu itu hidroponik dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui yang diperlukan tanaman agar dapat tumbuh subur. Para ilmuwan menemukan bahwa tumbuhan memerlukan udara, air, dan unsur hara tertentu yang secara umum diserap dari dalam tanah.
Dua macam metode Hidroponik:
a. Kultur Air adalah metode hidroponik dengan menggunakan air sebagai medium atau substrat tanamnya. Dalam kultur air, tumbuhan yang akan dibudidayakan ditempatkan di dalam air yang sudah dicampur dengan unsure hara untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Agar tumbuhan yang dibudidayakan dapat berdiri tegak, diperlukan penyangga batang dan akar tumbuhan.
b. Kultur Pasir adalah metode hidroponik dengan menggunakan pasir, arang, batu-batuan, atau sabut kelapa sebagai medium atau substrat tanamnya. Seperti halnya dengan kultur air, ke dalam medium tanam di campurkan unsur hara yang diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Untuk menjaga agar tumbuhan yang dibududayakan dengan metode hidroponik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, intensitas cahaya dan kelembapan udara dilingkungannya perlu dijaga agar sesuai dengan kebutuhan tumbuhan.

Selain itu, untuk mengoptimalkan hasil yang diharapkan, diperlukan keahlian khusus dalam menanganinya. Sesuai dengan spesifikasinya, metode hidroponik dapat dibudidayakan ditempat-tempat yang berlahan sempit, seperti di kota-kota besar dan ditempat lain yang tidak lagi memiliki ruang untuk bercocok tanam.

Keuntungan Metode Hidroponik
- Tetap memungkinkan untuk bercocok tanaman sesempit apapun lahan yang tersedia.
- Hasil yang diperoleh lebih berkualitas karena proses penanamannya dikendalikan dan diatur dengan cermat.
- Penggunaan pupuk dapat diperhitungkan secermat mungkin sesuai kebutuhan tanaman karena pupuk yang disediakan dalam media tanam tidak merembes ke tempat lain, seperti kalau bercocok tanam di ladang, sawah, atau kebun.
- Kondisi lingkungan dapat diatur sehingga penyakit dan hama tanaman dapat dihindari.


2. Aeroponik
Sayuran hasil budidaya dengan system aeroponik terbukti dapat mempunyai kualitas yang baik, higienis, sehat, segar, renyah, beraroma, dan disertai cita rasa yang tinggi.
Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Jadi aeroponik adalah memberdayakan udara. Sebenarnya aeroponik merupakan suatu tipe hidroponik (memberdayakan air) karena air yang berisi laruta hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditaman menggantung akan menyerap larutan hara tersebut.
Prinsip dari aeroponik adalah sebagai berikut. Helaian styrofoam diberi lubang-lubang tanaman dengan jarak 15cm. Dengan menggunakan ganjal busa, anak semai sayuran ditancapkan pada lubang tanam. Akar tanaman akan menjuntai bebas ke bawah. Di bawah helaian styrofoam terdapat pengabut(sprinkler) yang memancarkan kabut larutan hara ke atas hingga mengenai akar. Sprinkler ini dijalankan oleh pompa air bertekanan tinggi secara terus menerus tanpa henti.
Hingga saat ini jenis sayuran yang banyak dibudidayakan secara aeroponik, antara lain selada, pakchoy hijau dan putih, caysim, kalian, kangkung, dan bayam. Jenis tanaman yang sering dibudidayakan secara aeroponik pada umumnya berupa sayuran daun yang waktu panennya sekitar satu bulan setelah pindah tanam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar